News Update :
Home » » Sungguh Aneh Kurrikulum Pendidikan Negara Indonesia (Menghilangkan bahasa inggris dan memasukkan pelajaran attitude pada kurrikulum sekolah dasar)

Sungguh Aneh Kurrikulum Pendidikan Negara Indonesia (Menghilangkan bahasa inggris dan memasukkan pelajaran attitude pada kurrikulum sekolah dasar)

Penulis : citra priski on Wednesday, July 10, 2013 | 7:20 PM


Pada hari sabtu 30-03-2013 Universitas Sarjanawiyata tamansiswa mengadakan kuliah umum ketamansiswaan yang diikuti oleh mahasiswa magister dari jurusan Pendidikan bahasa inggris, Evaluasi dan pengembangan pendidikan dan manajemen pendidikan. 
Diantara tema yang diangkat pada mata kuliah umum  tersebut mengenai sistem pendidikan indonesia atau yang bisa disebut dengan kurrikulum 2013 sebegai pengganti kurrikulum terdahulu yakni KTSP 2006.

Dalam kurrikulum 2013 ada beberapa yang kejanggalan yang seharusnya tidak terjadi  yakni tidak memasukkan bahasa inggris didalam kurikulum 2013 untuk tingkat SD, dan memasukkan attitude kedalam kurrikulum dengan alasan bahasa inggris terlalu sulit untuk anak sd, dan memasukkan pelajaran attitude karena mengingat keterpurukkan moral anak bangsa.

Pemerintah tidak menyadari kalau indonesia adalah negara yang memiliki multilingual atau multiculture, setiap orang pasti memiliki minimal dua bahasa yakni bahasa daerah (bahasa ibu) dan bahasa nasional (bahsa indonesia). Disini terbukti bahwa kemampuan berbahasa masyarakat indonesia sangat tinggi dibandingkan dengan negara yang hanya menggunakan monolingual dan juga setiap ketika kita melihat dengan kajian psycholinguistics  manusia sebenarnya telah dilengkapi secara khusus bagian yang berfungsi untuk mempelajari bahasa atau yang dikenal dengan sebutan language aquicition device.  Jadi bukanlah hal sulit bagi siswa untuk mempelajari bahasa inggris. Hal ini juga pastinya didukung oleh seorang guru yang professional. Guru memiliki cara atau metode pembelajaran bahasa inggris yang menarik sehingga mampu menghilangkan kepahaman bahwa bahasa inggris itu sulit. Dalam kenyataan di indonesia seorang guru selalu mempersulit ketika mengajarkan bahasa karena mereka terpaku pada test dan textual. Guru lebih suka mendapatkan kabar bahwa muridnya mendapatkan nilai yang baik didalam rapot atau hasil UN daripada mendengar bahwa siswanya mampu berkomunikasi dengan bahasa inggris dengan baik sehingga menghilangkan fungsi utama bellajar bahasa yakni berkomunikasi.
Bahasa inggris adalah bahasa dunia sehingga dengan belajar bahasa inggris maka mereka dengan mudah mempelajari dunia seperti halnya bahasa arab adalah bahasa agama, kita mampu memahami agama islam dengan baik ketika kita mampu memahami bahasa arab. Bahasa inggris adalah bahasa sumber ilmu oleh karena itu pembelajaran bahasa inggris sejak disini sangatlah membantu siswa ketika mereka sudah dewasa ketika ingin mempelajari ilmu sesuai dengan minat mereka langsung dari mereka.
Didalam artikel saya ini, bukanlah untuk memaksa guru mengajarkan bahasa inggris secara keseluruhan kepada siswa tetapi lebih menekankan untuk mengajak guru supaya memperkenalkan bahasa inggris kepada siswa sejak dini karena perkenalan bahasa sejak dini sangatlah penting dalam penguasaan bahasa inggris ketika mereka menginjak dewasa. mengingat bahasa inggris adalah bahasa   internasional, bahasa ilmu pengetahuan dan bahasa ekonomi.
Lalu bagaimana dengan pencantuman pelajaran attitude kedalam kurrikulum 2013? Menurut saya hal Ini adalah hal yang berlebihan yang dilakukan oleh dinas pendidikan karena memaksa siswa untuk menghafalkan sesuatu yang sepatutnya tak perlu dihafalkan oleh siswa, pada hakekatnya attitude adalah sebuah kebiasaan dan dengan otomatis mereka pasti sudah hafal apa yang mereka lakukan sehari-hari.

Sepatutnya pengajaran attitude bukanlah secara tekstual tetapi cendrung pada contekstual yang tersisipkan disetiap mata pelajaran SD seperti halnya mensisipkan nilai-nilai perjuangan ketika belajar bahasa indonesia dan bahasa inggris. Seorang guru memotivasi siswanya untuk mempelajari bahasa indonesia karena dengan bahasa indonsialah kita akan mampu mempelajari keragaman budaya indonesia dan dengan bahasa inggris kita akan mampu memperkenalkan dan mengajarkan bahasa indonesia, budaya dan keindahan alam indonesia kepada dunia.
Mencontoh dari negara maju yakni negara jepang. Mengapa negara jepang bisa maju karena mereka sudah mewajibkan murid sd untuk belajar bahasa inggris dan bahasa jepang dengan harapan ketika mereka dewasa dan belajar ke negara eropa, mereka mampu menerjemahkan buku-buku pengetahuan kedalam bahasa jepang dan mampu bersaing didunia internasional.
Dalam pelajaran matematika, Sesorang guru sebenarnya mampu untuk mengajarakan attitude yang baik tentang kejujuran. Sebuah contoh seorang guru mengajarkan cara menghitung timbangan yang benar dan mengajak siswa untuk berhati-hati ketika menghitung timbangan karena ketika timbangan tidak sesuai dengan apa yang diminta itu adalah suatu tindakkan yang tidak terpuji.
Dari uraian saya diatas dapat saya disimpulkan bahwa pemerintah sangatlah terlalu terburu-buru dengan mentidak adakan bahasa inggris dalam kurrikulum SD dan memasukkan attitude dalam kurrikulum dengan alasan yang tidak berdasarkan kajian yang matang. Mudah-mudahan dengan uraian saya diatas bisa menjadi renungan guru-guru diseluruh Indonesia untuk meningkatkan pengajaran kepada anak didik mereka sehingga mereka sanggup menerapkan empat pilar pendidikan yang dicantumkan oleh UNISCO yaitu “Learning to know, Learning to do, Learning to live together, and learning to be”
Share this article :

+ komentar + 2 komentar

April 26, 2014 at 1:29 PM

saya mungkin agak berbeda pandangan, menurut saya bahasa di indonesia adalah unik. indonesia kaya dengan bahasa daerah, sehingga bahasa daerah dan bahasa nasional menjadi prioritas.
Indonesia menjadi menarik bagi wisatawan bukan karena semua bisa bahasa inggris, tetapi lebih karena multikulturnya.
Terkait dengan hubungan internasional, memang perlu mengenal bahasa inggris, memang perlu mengikuti trend global, namun tidak seharusnya kita kehilangan jatidiri. Indonesia is truly asia....not singapore not malaysia...

May 3, 2014 at 1:19 AM

Dengan menghilangkan bahasa inggris bukanlah solusi,tetapi merubah cara mengajarkan bahasa inggris yang menyenangkan karena selama ini ketika saya mengajar bahasa inggris ke anak sd mereka tidak merasa terbebani malah ingin selalu belajar

Post a Comment

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger