News Update :
Home » » The Improvement of Student Transcendental Thinking

The Improvement of Student Transcendental Thinking

Penulis : citra priski on Wednesday, July 10, 2013 | 4:28 PM


 The Improvement of Student Transcendental Thinking
by Citra Priski Abadi
I.    PENDAHULUAN

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia..."
[Q.S. al-Ahzab 33:72]

Di dalam ayat diatas dijelaskan bahwa Tuhan menawarkan kepada langit, bumi, dan gunung-gunung untuk menjadi khalifah di muka bumi, namun mereka menyatakan diri tidak mampu untuk memegang amanah tersebut. Tetapi lain dengan manusia dengan tenang menyanggupi amanah untuk menjadi khalifah di muka bumi. Lalu ada apa dengan manusia? dan mengapa hanya manusia saja yang berani menerima amanah dari Tuhan tersebut? Bukan makhluk yang lainnya.
Hal inilah yang mungkin perlu dikaji dengan mendalam mengapa Tuhan tetap setuju menjadikan manusia menjadi khalifah bukannya malaikat yang selalu patuh kepada-Nya.
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna daripada makhluk lainnya hal ini karena dalam diri manusia dilengkapi otak dan hati sebagai hardware dan pikiran (otak) dan perasaan atau sikap (akhlak) sebagai software-nya.  Dengan dua komponen penting (hardware dan software) inilah yang membedakan definisi hidup manusia dengan makhluk lainnya.  Manusia hidup dengan bermacam-macam perjalan menyelusuri waktu, jumpa masalah dan memecahkannya.  Dari sinilah muncullah bermacam-macam cara untuk menyelesaikan masalah yang dihasilkan dari beberapa pengalaman manusia dalam perjalannya.
Dengan dua komponens penting itu pula manusia menyadari bahwa kerjasama dalam menyelesaikan masalah itu lebih baik daripada berpikir sendiri untuk mendapatkan sebuah penyelesaian. Untuk mencapai sebuah kerjasama manusia memerlukan kesamaan sebuah pandangan yang dimulai dari kesamaan dalam mendefinisikan sebuah permasalahan.
Banyak sekali manfaat yang didapatkan manusia dari kerjasama atau musyawarah dalam memutuskan solusi suatu masalah.  Dengan musyawarah solusi tidak hanya menjadi system yang mengatur manusia secara one step backword tetapi menjadi solusi yang systemik, many step backword, dan progamatik dan pada akhirnya menghindarkan manusia untuk berpikir individualisme, menjajah pikiran manusia lain dengan sengaja memasukan kepahamannya dan ideologinya kepada manusia lain seperti contoh penjajahan pola pikir yang dilakukan oleh penjajah kepada kita semua.


II.  PEMBAHASAN

Dalam bab ini penulis akan membahas beberapa teori filsafat beserta beberapa contoh yang berkaitan dari pengalaman penulis setelah memahami dan merasakan dampak dari sebuah pemahaman filsafat baik itu berupa sebuah penyesalan, keterpaksaan karena tak mampu bertindak, atau bahkan merasa tak dimanusiakan oleh faham-faham yang selama ini melekat.
Beberapa teori tentang filsafat yang akan dibahas dalam pembahasan ini diantaranya: Logical Framework Approach (Penyiap kemampuan berpikir Filsafat) atau LFA, Teori Eksistensi, Rentang eksistensi, teori system, definisi, sistemik dan sistematik, dialektika, perbandingan pendidikan yang dipengaruhi hukum kapitalisme dengan pendidikan yang pendidikan yang ada di finlandia, Penyusunan kerangka berpikir melalui primary association, visual detail dan ketentatifan kebenaran ilmiah.




2.1  Logical Framework Approach (Penyiap Kemampuan Berfikir Filsafati)
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dan juga diberikan amanah yang apabila diberikan ke makhluk yang lain, mereka akan menolak kerena tidak mampu mengemban amanah tersebut yakni menjadi kholifah di bumi.
Manusia adalah makhluk paling sempurna karena memiliki dua komponens yang tidak sama dengan makhluk lainnya yakni akal dan hati sebagai hardware-nya, dan pikiran (akal) dan perasaan atau sikap (akhlak) sebagai software-nya. Dengan dua komponens inilah manusia memiliki modal untuk berpikir, berbuat, dan merasa yang terpadu dengan ruang dan waktu.
Dari berpikir inilah manusia mampu untuk memaknai kehidupannya menjadi sebuah perjalanan menyelusuri waktu, menghadapi masalah dan memecahkannya yang pada akhirnya akan menjadi pengalamannya yang bersumber dari alam dan kealaman yang membuat manusia memiliki keterampilan atau skill.
Dalam perkembangan berpikir, manusia akan menentukan kemampuan merasa atau bersikap atau sistem diri dan kadang apabila tidak adanya penggabungan antara akal dan hati nurani yang mana hanya mengandalkan akal maka manusia dengan senantiasa menggunakan kemampuan berpikirnya hanya untuk menciptakan sebuah sistem atau nilai yang merugikan orang lain dan hanya menguntungkan diri sendiri. Hal ini karena mereka menggunakan akal saja tanpa menggunakan hati dalam menyelesaikan masalah.
Sebuah contoh penyelesaian masalah yang salah; Seorang mahasiswa berusaha untuk menjawab pertanyaan dosen dengan sebisa-bisanya dan dia sudah tahu kalau dirinya tidak tahu jawaban dari pertanyaan dosen tersebut karena minggu lalu dia tidak masuk kelas, karena dia ingin nilai keaktifan dikelas, akhirnya dia tetap berusaha untuk menjawab. Dalam kasus ini mahasiswa berusaha untuk menyelesaikan masalah tetapi hanya dengan metode one step backword sehingga pada akhirnya hanya ijazah saja bernilai baik tetapi tanpa memiliki kemampuan akademik. Inilah sebuah contoh penyelesaian masalah di dunia mahasiswa yang akan menghasilkan lulusan mahasiswa-mahasiswaan.

2.2  Teori Eksistensi
Teori eksistensi adalah teori yang menyatakan wujudnya atau adanya sesuatu, sesuatu yang ada tidak mungkin demi keberadaannya sendiri. Sehingga ada sesuatu itu dikarenakan adanya sesuatu yang berlainan pula. Sebagai contoh adanya mahasiswa telat karena memang ada mahasiswa yang tidak telat. Adanya mahasiswa rajin karena memang ada mahasiswa yang malas. Teori eksistensi adalah teori yang membuka pandangan manusia untuk berpikir secara universal karena mengerti hakekat dari eksistensi sesuatu yang dia alami atau rasakan.
Sebuah contoh permasalahan di dunia pendidikan Indonesia, banyak universitas menyelenggarakan seleksi untuk menerima mahasiswanya dengan beberapa mata pelajaran. Hal ini dilakukan untuk menyaring calon-calon mahasiswa yang akan masuk dan rata-rata yang dapat diterima adalah siswa-siswa yang memiliki intelektual atau kemampuan yang yang lebih dari rata-rata dan mampu memiliki nilai tinggi ketika melakukan tes penerimaan. Dari sini muncullah pertanyaan, lalu bagaimana nasib siswa-siswa yang tidak diterima?, dan mengapa hanya orang-orang yang memiliki kemampuan lebih yang dapat bersekolah?, dan mengapa mengapa mereka tidak mampu menerima mahasiswa tanpa melalui tes? Jawaban ini semuanya karena mereka hanya ingin mencerdaskan orang-orang yang memang sudah cerdas.

2.3  Rentang  eksistensi
Rentang eksistensi adalah adanya sesuatu di alam ini terdiri atas rentang subjektivitas. Yang mana setiap makhluk hidup memiliki subjektivitas yang berbeda-beda. Manusia adalah makhluk yang paling subjektif dibandingkan makhluk yang lain. Setiap individu manusia memiliki subjektivitas yang berbeda-beda. Semua itu tergantung dari pengalaman mereka masing-masing. Kadang kala manusia tidak menyadari diri kalau ada dzat yang sangat subjektif dan tidak ada yang paling subjektif daripada-Nya yakni Tuhan. Sehingga muncullah beberapa teori-teori yang mentiadakan adanya Tuhan. 

2.4  Teori system
Sistem berdasarkan KBBI (2005: 1362), (n) berarti: 1 perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas; 2 susunan yang teratur dari pandangan, teori, dan asas,
Sistem adalah pengkoordinasian (pengorganisasian) seluruh komponen serta kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan lebih dulu.
Sekumpulan elemen yang saling berkaitan & saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Subsistem adalah Sistem didalam suatu sistem di mana sistem berada pada lebih dari satu tingkat. Suatu sistem adalah bagian dari sistem yang lebih besar, sistem yang lebih besar itu adalah Supersistem.
Sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu.
Sebuah contoh dalam system perkuliahan adanya mahasiswa, dosen, jadwal kuliah dan tempat kuliah. Apabila tidak ada sistem  yang mengatur maka perkuliahan tidak akan terlaksana karena setiap unsur-unsur dalam perkuliahan tidak bisa dilepaskan  atau dihilangkan sebab sudah menjadi sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Tidak akan ada perkuliahan tanpa dosen, atau tanpa mahasiswa, atau ada semua tetapi tidak ada waktu, atau tidak ada tempat maka perkuliahan tidak akan bisa terlaksana.

2.5  Definisi
Definisi atau Definition dalam kamus Oxford English Dictionary memiliki arti:
1.   Noun (Definition)
a.  A formal statement of the exact meaning of a word, An exact description of the nature, or meaning of something, the action or process of defining.
b.The degree of distinctness in outline of an object or image
2.   Verb (Define, defined, defining)
a. to state or set forth the meaning of ( a word, pharse,etc)
b.to explain or identify the nature or essential qualities of; describe.
c. to fix or lay down clearly and definitely
d.                        to determine or fix the boundaries or extent of
e. to make clear the outline or form of
Definisi adalah perumusan yang singkat, padat, jelas dan tepat yang menerangkan “apa sebenarrnya suatu hal itu” sehingga dapat dengan jelas dimengerti dan dibedakan dari semua hal lain.  Ada tiga cara yang digunakan seorang ketika memberikan definisi yakni dengan cara Deskribtive, Stipullative, dan Programative.
Definisi descriptive adalah definisi yang diberikan seseorang sesuai dengan apa yang dia lihat mulai dari ciri-ciri dan bentuk suatu hal dengan cara mendeskribsikan hal tersebut. Sebuah contoh seorang ingin mendefinisikan kata “mahasiswa” Siswa adalah seorang yang berseragam, duduk di kelas, mendengarkan apa yang diajarkan dosen. Definisi descriptive terkadang bisa mewakili suatu kata yang didefinisikan saat itu tetapi belum tentu diwaktu yang lainnya. Seperti kata mahasiswa diatas, apakah kita akan tetap mengatakan seorang mahasiswa ketika dia tidak menggunakan pakaian rapi, badannya penuh dengan tato, turun ke jalan untuk tawuran dan seterusnya. Dari deskripsi tadi pastinya kita tidak akan mengatakan dia mahsiswa karena kita tidak bisa memberikan definisi sesuai dengan ciri-ciri mahasiswa meskipun sebenarnya dia adalah mahasiswa.
Definisi Stipulatif adalah adalah definisi singkat yang dikaitkan dengan perspektif tententu. Sebuah contoh seorang mahasiswa akan diakui mahasiswa apabila dia memiliki kartu mahasiswa. Dalam konteks ini saya akan tetap tidak akan dia akui sebagai mahasiswa apabila tidak memiliki kartu mahasiswa meskipun saya setiap hari mengikuti perkuliahan. Saya diakui mahasiswa bukan karena tidakkan saya sebagai mahasiswa tetapi karena saya memiliki tanda yang bisa menunjukkan bahwa saya adalah seorang mahasiswa dengan kartu mahasiswa saya.
Definisi stipulatif ini paling sering digunakan dalam ranah hukum karena dianggap paling valid. Karena dianggap paling valid tidak jarang seseorang mencoba untuk memalsukan data supaya tidak terjamah oleh hukum. Sebuah contoh kasus tanah yang ada di daerah Kalimantan, banyak sekali orang pedalaman tidak memiliki surat tanah, mereka tidak memiliki surat tanah bukan karena mereka tidak tahu cara membuat tanah surat tetapi karena biaya pembuatan surat tanah yang mahal. Karena tidak memiliki surat, akhirnya pemerintah menganggap tanah itu tidak ada pemiliknya atau milik Negara dan ujung-ujungnya menjadi lahan kelapa sawit. Masyarakatpun protes dan berdemonstrasi tetapi apalah daya tiada bukti-bukti yang kuat.
Definisi Programatik adalah definisi yang mana setiap orang akan mengiyakan, langsung diterima, dan didefinisikan dengan tingkat filsafati. Definisi ini adalah definisi yang paling akurat dan dalam menyelesaikan konflik karena tidak ada lagi kesalah fahaman. Sebuah contoh yang berkaitan dengan mahasiswa, saya bisa diakui sebagai mahasiswa Sarjanawiyata Taman siswa bukan hanya karna saya sudah memiliki kartu identitas dan terdaftar sebagai mahasiswa tetapi saya juga aktif dalam kegiatan belajar di universitas sarjanawiyata Tamansiswa.

2.6  Sistemik dan sistematik
Sistemik maknanya mencari dan melihat segala sesuatu memiliki pola keteraturan dan bekerja sebagai sebuah sistem. Misalnya, bila kita melihat otak, maka akan terbayangkan sistem syaraf dalam tubuh manusia atau hewan. Bila kita melihat jantung akan terbayangkan sistem peredaran darah di seluruh tubuh. Bila kita melihat perkuliahan, maka akan terbayang sistem perkuliahan mulai dari proses penjadwalan perkuliahan, pemilihan dosen dan lain-lain.
Sistematik artinya memikirkan segala sesuatu berdasarkan kerangka metode tertentu, ada urutan dan proses pengambilan keputusan. Di sini diperlukan ketaatan dan kedisiplinan terhadap proses dan metode yang hendak dipakai. Metode berpikir yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda, namun semuanya dapat dipertanggungjawabkan karena sesuai dengan proses yang diakui luas.
Sistemik lebih memandang sesuatu secara menyeluruh dan mempertimbangkan unsur-unsur lain yang diluar system. Hal ini berbeda dengan sistematik yang memandang sesuatu itu berdasarkan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sehingga seakan akan apabila diterapkan kepada manusia. Manusia bagaikan mesin atau robot yang melakukan sesuatu sesuai dengan sistem dan akan berakhir tidak adanya kebebasan berpikir.

2.7  Dialektika
Dialektika adalah memandang sesuatu itu selalu berubah-ubah atau selalu bergerak. Sebuah contoh dalam dunia pendidikan kurrikulum selalu berubah hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor eksternal atau internal. Perubahan yang dimaksud bisa memberi kemajuan dan juga kemajuan. Tetapi apabila perubahan yang diinginkan direncanakan dengan matang maka perubahan itu akan mengantarkan suatu pada kemajuan.

2.8  Pendidikan finlandia
Pendidikan di finlandia adalah pendidikan terbaik di dunia hal ini disebabkan sistem yang terpadu dengan apa yang dibutuhkan siswa dalam menjalani hidup sehingga menciptakan pengalaman-pengalaman yang luar biasa. Guru memiliki kebebasan untuk mengembangkan kurrikulum, semangat belajar siswa selalu tumbuh karena siswa belajar sesuai dengan apa yang ingin dia ketahui atau dia minati. Hal ini berbeda sekali dengan sistem pendidikan Indonesia, siswa wajib memiliki nilai rata-rata yang yang baik supaya lulus meskipun siswa tidak mampu atau tidak suka dengan matapelajaran yang diujikan.

2.9  Primary association
Primary association adalah pandangan atau pikiran pada sesuatu yang dipengaruhi oleh pengalaman, dan tidak mengherankan apabila apabila asosiasi terapkan kadang terlihat tidak masuk akal atau terlihat tidak ada kaitannya dengan sesuatu yang diasosiasikan karena semua itu dipengaruhi oleh pengalaman. Seorang mahasiswa dengan dosen akan berbeda ketika mengasosisikan kata “Dosen”. Dosen akan mengatakan kata-kata: kewajiban, tanggung jawab, pengabdian, mengajar, dll. Dan mahasiswa akan mengatakan: Killer, tugas, ceramah,egois,dll.


2.10        Visual detail
Visual detail adalah  cara pandang seseorang dalam menyebutkan sesuatu sesuai dengan kemampuan jarak pandang. Hal ini dipengaruhi oleh jarak, penghalang, dan suasana suatu yang digambarkan melalui visual detail. Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menyebutkan apa yang mereka lihat. Dalam penuturan sesuatu yang dilihat dipengaruhi oleh pengalaman berpikir atau pola berpikir. Visual detail adalah strategi yang membantu manusia dalam meneliti secara detail melalui apa yang mereka lihat, dengan kata lain dengan adanya visual detail manusia benar-benar mengenali apa yang dia lihat. Sebuah contoh; beberapa mahasiswa menyebutkan sesuatu yang ada di dalam kelas dan ternyata setiap individu ada kesamaan dan juga banyak sekali sesuatu yang berbeda. Dari kasus ini coba kita bayangkan apabila terjadi didunia hukum apakah tidak akan membuat munculnya bermacam macam masalah karena banyak ketidak samaan yang membuat perbedaan penyimpulan suatu definisi.

2.11        Ketentatifan kebenaran ilmiah
Tujuan utama manusia hidup di dunia ini adalah untuk mencari dan mencapai kebenaran, meskipun kebenaran yang ada di dunia ini bersifat tentatif. Suatu kebenaran tidak ada yang adanya benar secara mutlak karena kebenaran akan selalu berubah dengan ditemukannya teori teori baru yang akan menyempurnakan atau bahkan menyalahkan teori yang ada. Dengan memahami ketentatifan kebenaran ilmiah akan membuat perubahan positif dalam dunia pendidikan. Sebuah contoh, sebagai mahasiswa akan tidak hanya terpaku pada satu disiplin ilmu tetapi dengan beberapa  disiplin ilmu untuk menyelesaikan masalah dan mencoba mencari inovasi-inovasi baru dalam penelitian ilmiah.
           
III.  KESIMPULAN

Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa. Dari merekalah kebebasan berpikir akan terangkat dan perbudakan-perbudakan profesional akan terhapuskan yang disebabkan penjajahan mindset, kuliah karena kerja bukan karena mencari pengalaman dan ilmu. Mereka menganggap tiada gunanya berlama-lama belajar kalau tidak bekerja, mereka tidak menyadari kalau kita semua telah dididik menjadi buruh atau budak professional untuk memenuhi keinginan para pemikir kapitalis.  Dari penjelasan saya diatas mudah-mudahan mahasiswa bisa menyadari bahwa setiap manusia memiliki kemampuan yang luar biasa yang diberikan oleh Tuhan untuk menyelsaikan masalah dengan beberapa pengalamannya dalam menyelusuri ruang dan waktu. Jika mahasiswa bisa berpikir dengan cara piker filsafati maka mereka akan benar-benar bebas dari penjajahan dan akan mampu memanusiakan dirinya sendiri karena tidak seperti robot yang diatur oleh system-sistem yang dibuat oleh orang-orang tertentu untuk keuntungan pribadi.
Share this article :

Post a Comment

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger